MURNI BUNUH DIRI: Sejumlah mahasiswa menyaksikan proses evakuasi jenazah Reynaldi Dwi Kurniawan, 20, mahasiswa yang gantung diri di kontrakannya di Jl Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri kemarin.
Kepergian Reynaldi Dwi Kurniawan, 20, dengan cara gantung diri membuat teman-temannya syok. Mereka mendatangi kontrakan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri itu di Jl Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri kemarin siang dengan berurai air mata.
Sejumlah pemuda yang Kamis (23/9) malam lalu masih berbincang dengan pemuda yang akrab disapa Aldi itu, tak menyangka jika sosok pendiam tersebut mengakhiri hidup dengan cara tragis. “Sekitar pukul 22.00 masih mengirim chat ke Fahrizal, temannya, menanyakan posisi (keberadaannya, Red),” ujar sumber Jawa Pos Radar Kediri di kepolisian.
Sebelumnya, pemuda asal Bhuana Bhakti, Kerinci Kanan, Siak, Riau itu juga tidak berperilaku aneh. Saat teman-temannya mendatangi tempat kos pada Kamis sore, dia tidak menunjukkan gelagat mencurigakan.
![]()
Kebetulan, kontrakan tersebut menjadi “base camp”. Sejumlah mahasiswa biasa berkegiatan di sana. “Kamis malam ada yang latihan musik selesai sekitar pukul 20.00, masih biasa saja,” lanjut sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan itu.
Kejanggalan baru terjadi sekitar pukul 10.00, kemarin. Yakni, saat Adib Gibranu Wafa, 19, teman kontrakan Aldi, masuk ke kontrakan. Adib yang membawa makanan langsung memanggil mahasiswa fakultas psikologi tersebut.
Beberapa kali memanggil tak ada jawaban, Adib yang melihat pintu kamar Aldi sedikit terbuka langsung melongok ke dalam. “Saat itu korban sudah dalam kondisi menggantung di tali pramuka,” terang Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Girindra Wardhana.
Polisi yang mendapat laporan kasus gantung diri langsung mendatangi lokasi kejadian. Berdasar pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis, tidak ada tanda-tanda mencurigakan di tubuh mahasiswa semester III itu.
Apa motif Aldi gantung diri? Girindra menjelaskan, berdasar keterangan dari beberapa saksi, diduga aksi nekat korban dilatarbelakangi hubungannya dengan orang tua yang tidak harmonis. Hal tersebut diceritakan Aldi ke beberapa teman dekatnya.
Fa, 19, salah satu saksi yang kemarin juga dimintai keterangan polisi turut menceritakan hal tersebut. “Saat dipamiti pas (Aldi, Red) mau mendaki, komentar orang tuanya malah tidak mengenakkan. Kok nggak mati sekalian,” beber sumber koran ini menirukan kesaksian Fa kepada polisi.
Sementara itu, Aminatul Awaliyah, 40, menjelaskan, Aldi bersama enam temannya mengontrak rumah selama delapan bulan terakhir. Dia menempati kamar paling belakang. Selama tinggal di rumahnya, menurut Amin mahasiswa itu merupakan sosok yang pendiam dan sopan. Dia juga mudah akrab dengan tetangga sekitar.
Untuk diketahui, kemarin siang jenazah Aldi langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri. Saat jenazah hendak dipindahkan, tangis beberapa teman Aldi yang menyaksikan proses evakuasi terdengar kian kencang. Bahkan, salah seorang mahasiswi yang diduga pacar Aldi terlihat histeris.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar